Tomorrow hopes we have learned something from yesterday.
-John Wayne
salam,
deep in her eyes, she's trying hard to be strong and patient. looking into her eyes, i bet everyone would have the same thing in mind. never in my whole life, i met anyone like her. her patient and positiveness inspired me. i would wanna be like her.
when it was time for her to speak out, i couldn't hold my tears no more coz i know that she's holding back her tears and she's trying to look cool. if i were her, i couldn't stay cool and relax and happy as her. the fact that i'm still and forever sick would stick in the inner side of me and hunt me for no reason but that's not her. there's no time for her to grieve for what had happened and still happening to her now and then.
to her, that was just a test. it really was a test but the fact that she could be such cool and positive made me proud of her. she's an ordinary woman.
i turned to someone next to me just to confirm whether the brain operation is considered as major or minor operation. the doc to be told me a fact that brain controls our body system and the small damage may cause our whole life. so, the answer for my qualm was major operation. =). yes, the one that i highlighted here was having a major operation which might affect her whole life. her calmness shadowed her illness.
looking into her eyes was more than enough to make me realize that i could be like her if i want t.o. the illness made her strong. i dun want the illness just to make me strong and be as patient as her coz me myself not sure whether i could face it calmly and positively like her. i just want to highlight here that sometimes, we need such friend to make us realize how bless we are.
she's fighting not only for her normal life but also for us. for He will never test us with something that we are not capable to.
Ya Syafi, make my girl strong.
malam tu kami tadabbur surah maryam. semakin lama tadabbur surah tu semakin rasa yang kesabaran dia mungkin tak sehebat kesabaran dan ketakwaan Maryam r.a tapi dia mencontohi kesabaran Maryam r.a. Ada yang tersembunyi di sebalik tangisan dan dugaan. Yang terlalu istimewa diluar daya penglihatan dan pemikiran manusia.
16. Dan bacakanlah (wahai Muhammad) di dalam Kitab Al-Quran
ini perihal Maryam, ketika dia memencilkan diri dari keluarganya di sebuah
tempat sebelah timur.
17. Kemudian Maryam membuat dinding untuk melindungi dirinya
dari mereka maka Kami hantarkan kepadanya: Roh dari kami lalu ia menyamar diri
kepadanya sebagai seorang lelaki yang sempurna bentuk kejadiannya.
18. Maryam berkata: Sesungguhnya aku berlindung kepada
(Allah) Ar-Rahman daripada (gangguan) mu kalaulah engkau seorang yang bertaqwa.
19. Ia berkata: "Sesungguhnya aku pesuruh Tuhanmu,
untuk menyebabkanmu dikurniakan seorang anak yang suci".
20. Maryam bertanya (dengan cemas): Bagaimanakah aku akan
beroleh seorang anak lelaki, padahal aku tidak pernah disentuh oleh seorang
lelaki pun, dan aku pula bukan perempuan jahat?
21. Ia menjawab: "Demikianlah keadaannya tak usahlah
dihairankan; Tuhanmu berfirman: Hal itu mudah bagiKu; dan Kami hendak
menjadikan pemberian anak itu sebagai satu tanda (yang membuktikan kekuasaan
Kami) untuk umat manusia dan sebagai satu rahmat dari Kami; dan hal itu adalah
satu perkara yang telah ditetapkan berlakunya.
22. Maka Maryam hamilah mengandungnya, lalu ia memencilkan
diri dengan kandungannya itu ke sebuah tempat yang jauh.
23. (Ketika ia hendak bersalin) maka sakit beranak itu
memaksanya (pergi bersandar) ke pangkal sebatang pohon tamar (kurma); ia
berkata alangkah baiknya kalau aku mati sebelum ini dan menjadilah aku sesuatu
yang dilupakan orang dan tidak dikenang-kenang!
24. Lalu ia diseru dari sebelah bawahnya:" Janganlah
engkau berdukacita (wahai Maryam), sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan di
bawahmu sebatang anak sungai.
25. Dan gegarlah ke arahmu batang pohon tamar itu, supaya
gugur kepadamu buah tamar yang masak.
26. "Maka makanlah dan minumlah serta bertenanglah hati
dari segala yang merunsingkan. Kemudian kalau engkau melihat seseorang manusia,
maka katakanlah: Sesungguhnya aku bernazar diam membisu kerana (Allah)
Ar-Rahman; (setelah aku menyatakan yang demikian) maka aku tidak akan
berkata-kata kepada sesiapapun dari kalangan manusia pada hari ini".
(Maryam 19: 16-26)
wassalam.
No comments:
Post a Comment